Tanya Herbal

Cara Mengobati Batuk Rejan Sebelum Terjadi Komplikasi

Batuk rejan merupakan salah satu jenis batuk yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada paru-paru serta saluran pernapasan yang tergolong sangat mudah menular. Batuk rejan umumnya menyerang anak-anak, sehingga dulu sempat disebut sebagai penyakit anak-anak sebelum ditemukannya vaksin pertusis. Namun nyatanya, orang dewasa pun bisa terserang batuk rejan dan yang paling berbahaya adalah batuk rejan yang menyerang lansia dan anak-anak terutama bayi yang belum diberi vaksin pertusis, sebab bukan tidak mungkin dapat menyebabkan komplikasi dan mengancam nyawa. Maka dari itu, cara mengobati batuk rejan sebelum terjadi komplikasi sangat penting untuk dilakukan.

Penyebab Batuk Rejan

Penyebab batuk rejan adalah bakteri bordetella pertussis yang tersebar melalui udara. Bakteri tersebut masuk dan menyerang saluran pernapasan serta paru-paru. Saluran pernapasan merespon infeksi bakteri tersebut dengan cara pembengkakan, sehingga penderita mesti menarik napas kuat melalui mulut karena kesulitas bernapas. Tarikan napas inilah yang sering menyebabkan bunyi dengkingan panjang. Selain itu untuk melawan infeksi bakteri, dinding saluran pernapasan akan memproduksi lendir kental. Dengan demikian, tubuh penderita batuk rejan akan terangsang untuk mencoba mengeluarkan lendir tersebut.

Gejala Batuk Rejan

Batuk rejan umumnya berlangsung 7 - 21 hari setelah bakteri bordetella pertussis menginfeksi saluran pernapasan. Selain itu, muncul pula gejala-gejala lainnya seperti :

  • Hidung berair (meler) dan tersumbat
  • Mata berair
  • Batuk ringan
  • Radang tenggorokan
  • Bersin
  • Demam
  • Menarik nafas panjang melalui mulut
  • Muntah (umumnya pada anak-anak dan bayi)
  • Kelelahan

Cara Mengobati Batuk Rejan

Saat ini banyak sekali metode dan cara mengobati batuk rejan baik itu secara medis maupun secara tradisional. Namun anda harus berhati-hati dalam mengonsumsi obat bebas untuk batuk rejan. Di pasaran banyak sekali obat untuk mengobati jenis batuk yang satu ini. Bahkan beberapa obat seringkali tidak mampu meredakan gejala batuknya.

Dalam mengobati batuk rejan pada anak-anak dan bayi memang memerlukan penanganan khusus. Umumnya, bayi maupun anak-anak dengan batuk rejan ditempatkan di sebuah ruangan isolasi agar penyebaran infeksi bisa terhindar. Lalu pengobatan utama yang diberikan adalah pemberian antibiotik untuk melawan bakteri yang menjadi penyebab infeksi. Untuk mengatasi peradangan dalam saluran nafas, kortikosteroid bisa diberikan. Antibiotik maupun kortikosteroid dapat diberikan lewat infus. Sedangkan sungkup oksigen bisa diberikan dalam membantu melegakan pernafasan.

Anak-anak dan bayi yang mengalami batuk rejan yang cukup parah bisa menyebabkan kerusakan pada organ paru-paru mereka. Oleh karena itu, penanganan secara khusus diperlukan. Biasanya penanganan dilakukan di rumah sakit dan berkonsentrasi pada penggunaan alat bantu pernafasan serta pemberian obat untuk mengendalikan tekanan darah dengan obat.

Untuk batuk rejan yang lebih parah, bisa pula dilakukan oksigenasi membrane ekstrakorporeal (ECMO) dimana oksigen lansung didistribusikan ke dalam tubuh tanpa melewati paru-paru. Prosedur tersebut diberikan ketika teknik lain tidak berhasil dan paru-paru sudah mengalami kerusakan parah.

Pengobatan batuk rejan pada orang dewasa biasanya bisa ditangani sendiri di rumah menggunakan antibiotik sesuai dengan resep dokter. Berikut langkah sederhana dalam menangani batuk rejan secara mandiri di rumah.

  • Konsumsi paracetamol maupun ibuprofen untuk menyembuhkan radang tenggorokan dan gejala demam.
  • Minum banyak air untuk menghindari dehidrasi.
  • Usahakan agar semua lendir dikeluarkan ketika batuk agar penderita tidak tersedak.
  • Perbanyak beristirahat.

Anak-anak dan bayi adalah golongan penderita batuk rejan yang memiliki risiko besar terkena komplikasi. Namun komplikasi bisa juga terjadi pada orang dewasa seperti nafas terputus-putus, pneumonia, tekanan darah rendah, dehidrasi, mengalami kejang-kejang, gagal ginjal, serta kerusakan otak karena pasokan oksigen ke otak kurang.

Komplikasi yang terjadi pada anak dibawah 2 tahun atau pada bayi bisa sangat membahayakan nyawa serta memerlukan penanganan medis secepatnya. Sedangkan pada orang dewasa, komplikasi dari batuk rejan biasanya lebih ringan seperti hernia perut, wajah mengalami pembengkakan, tulang rusuk memar atau retak, mimisan, pecahnya pembuluh darah di kulit, infeksi telinga, dan munculnya sariawan pada mulut dan lidah.

By Ari Hermansyah - Pengobatan Selasa, 30 Agustus 2016 08:45:50

Cara Mengobati Batuk Rejan Sebelum Terjadi Komplikasi
Rated 3.5 / 5 based on 11 customer reviews
Cara Mengobati Batuk Rejan Sebelum Terjadi Komplikasi yang sangat penting untuk dilakukan mengingat akan bahayanya batuk rejan terutama pada lansia, anak-anak dan bayi.
Pengobatan - by ,
4 / 5 stars

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Tambah Pertanyaan



Pengobatan
Pengobatan Angin Duduk Resep Dokter

Pengobatan Angin Duduk Resep Dokter…

Pengobatan
Cara Mengatasi Gejala Hipoglikemia

Inilah cara mengatasi gejala hipoglikemia…

Pengobatan
Cara Mengobati Bisul Secara Alami

Terkhusus untuk anda yang sedang…

Tanya Herbal

Terima kasih atas kunjungannya

Jika bermanfaat, bantu kami untuk share informasinya

Dan

Ikuti Update Terbaru Kami Di :

Top